Madrid Disarankan Zanetti untuk Tidak Melego Di Maria


Masa depan Angel Di Maria di Real Madrid saat ini tengah dispekulasikan. Eks penggawa tim nasional Argentina, Javier Zanetti, menyarankan El Real agar tak menjual Di Maria.

Di bursa transfer musim panas 2014, Madrid sudah sukses mendatangkan dua pemain bintanng di lini tengah. Toni Kroos dan juga James Rodriguez adalah kedua pemain itu.

Dengan kehadiran dua bintang itu, ada spekulasi beberapa bintang Madrid bakal hengkang. Di Maria, Isco, dan Sami Khedira, disebut-sebut bakal pergi dari Santiago Bernabeu.

Untuk Di Maria, Paris Saint-Germain menjadi klub yang acap kali dikait-kaitkan. Tapi, klub asal ibukota Prancis itu juga tengah berupaya untuk melego pemain guna menghindari regulasi financial fair play (FFP) yang diterapkan UEFA.

Soal rumor transfer Di Maria, Zanetti pun turut untuk buka suara.

"Madrid membangun tim yang luar biasa dengan Kroos dan James Rodriguez untuk memperkuat skuat," kata Zanetti di Football Espana.

"Saya tak ingin berpisah dengannya (Di Maria) karena dia merupakan pemain penting. Dia menunjukkannya di Piala Dunia," imbuhnya.

Dua Memori Argentina Ketika Hadapi Jerman


Argentina sudah pernah dua kali bertemu dengan Jerman di final Piala Dunia. Satu berakhir dengan kemenangan, yang lainnya berujung dengan kekalahan.

Argentina pertama kali bertemu dengan Jerman -- yang waktu itu masih mengusung nama Jerman Barat-- pada final Piala Dunia 1986. Waktu itu, Argentina melaju ke final setelah mengalahkan Belgia 2-0, sementara Jerman Barat mengandaskan Prancis juga dengan skor yang sama.

Pada final yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Argentina sempat memimpin 2-0 lebih dulu lewat Jose Luis Brown dan Jorge Valdano. Namun, Jerman Barat bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol Karl-Heinz Rummenigge di menit ke-74 dan Rudi Voeller di menit ke-81.

Tepat pada menit ke-84, Argentina sukses unggul lagi lewat gol Jorge Burruchaga dan memastikan gelar Piala Dunia kedua mereka dengan kemenangan 3-2.

Empat tahun berselang, keduanya kembali bertemu. Kali ini, Argentina melangkah ke final setelah menang adu penalti atas Italia. Jerman Barat pun demikian. Mereka lolos ke partai puncak setelah mengandaskan Inggris lewat babak tos-tosan juga.

Pada final yang berlangsung di stadion Olimpico, Roma, dua pemain Argentina mendapatkan kartu merah. Yang pertama adalah Pedro Monzon pada menit ke-65 setelah melakukan tekel dua kaki terhadap Juergen Klinsmann, sedangkan yang kedua adalah Gustavo Dezotti yang menerima kartu kuning kedua setelah menghantam Juergen Kohler.

Jerman Barat menang 1-0 dalam pertandingan ini. Satu-satunya gol mereka lahir dari titik putih setelah Roberto Nestor Sensini melanggar Rudi Voeller. Andreas Brehme yang mengambil penalti itu tidak membuang kesempatan.

Kini Argentina kembali bertemu dengan Jerman di final Piala Dunia 2014. Sama seperti Piala Dunia 1990, Argentina melaju setelah mengandaskan lawannya lewat adu penalti di semifinal.

Bagaimana hasil pertemuan mereka kali ini?


Agen Poker Populer

Agen poker online uang asli yang memberikan pelayanan terbaik serta jaminan menang berapapun pasti di bayar jadi anda tidak perlu ragu lagi bergabung bersama kudapoker